Dari kecil sampai sekarang sudah sebesar ini, Yuli belum pernah bener-bener pacaran. Paling banter Cuma fall in love sama seorang lawan jenis, sama seseorang yang enchanted banget bagi Yuli karena punya style yang khas. Itupun Yuli juga nggak pernah mengungkapkan perasaannya sama tuh cowok. Kadang Yuli suka ngiri sama temen Yuli kalo mereka lagi mesra-mesraan, bercanda, dan cowok ngelindungi ceweknya. I must admit, until yesterday I was fool when I fall in love.
Duh kasihan amat sih nasib diriku ini??
Kenapa ya koq bisa begitu?? Setelah selama ini mencari tahu tentang sebab-akibat, dan berdasarkan pengalaman Yuli selama ini, ternyata the problem is OBSESSION! Dalam obsesi yang satu ini, Yuli akan mengungkapkan pengalaman Yuli selama ini dalam tahap perubahan hubungan dengan gebetan kalau dicampur OBSESI. Liat yuux…….
1. Attraction Phase
Tahap ini terjadi saat perasaan suka Yuli sudah berevolusi mejadi obsesi. Yuli akan merasa terikat dengannya walaupun belum ada status apapun. Apalagi kalau gebetan menanggapi Yuli dengan nice, wuihhh… makin merasa memiliki. Yuli merasa sangat puas kalau berhasil menyelidiki kehidupannya. Anehnya, perasaan ge-er itu bisa langsung Yuli simpulkan sebagai ungkapan sayang, padahal baru terjadi sesekali. Selanjutnya, Yuli merasa ingin mengontrol kehidupannya dan bermimpi bahwa hubungan Yuli dengannya sangat magical.
2. Anxious Phase
Tahap ini adalah kelanjutan saat si dia ngasih tanda mau menjalin hubungan. bukan pacaran, tapi sekedar membina hubungan. Yuli semakin hanyut dalam ilusi bahwa hubungan ini sangat indah. Padahal sih, biasa aja. Hari makin nggak lengkap kalau nggak ngeliat gebetan tiap detik, membanjiri dia dengan sejuta pertanyaan dan perhatian. Bahkan, Yuli rela jadi stalker (penguntit) dalam hidupnya. Kalau si dia menjauh sedikitttt aja, wuihhh… hati Yuli langsung merasa diabaikan.
3. Destructive Phase
Karena hebatnya efek obsesi dan goncangan pahit campur asam bahwa Yuli nggak bisa dan nggak bakalan bisa mengungkapkan perasaan ini ke dia, di tahap final ini hubungan yang terjalin akhirnya hancur.
Terobsesi terhadap suatu hal bukan trjadi tanpa sebab. Walaupun dasarnya adalah perasaan suka atau benci yang berkembang berlebihan, tapi ada juga beberapa hal yang menjadi pupuknya, seperti:
- KEKALAHAN. Perasaan sakit hati, gagal, kecewa, atau diremehkan bisa bikin haus kemenangan. Yuli jadi semakin terpacu untuk melakukan apaun demi membuktikan bahwa Yuli bisa maju.
- TAKUT KEHILANGAN. Suatu hal yang dianggap berharga dan sulit untuk dilepaskan. Misalnya saat punya cowok idaman, Yuli akan menjaganya sepenuh hati biar nggak padam. Tapi, lama-lama rasa menjaga itu akan berubah dan bikin Yuli SAKIT!
- FETISHISME. Obsesi yang semakin parah bisa berkembang jadi fetishisme atau obsesi yang memuaskan. Yuli biasanya terobsesi terhadap satu hal yang spesifik yang mampu membangkitkan rasa puas dan bahagia. Misalnya, Yuli menyukai salah satu bagian tubuh seseorang atau benda. Dan yang paling sering, Yuli menjadi seorang fethish dalam hairstyle and gaya bicara lawan jenis. Saking terobsesinya, saat Yuli berhasil melihat, menyentuh, atau memiliki hairstyle tersebut, AKAN TIMBUL SENSASI KEPUASAN YANG LUAR BIASA DAN SALAHNYA, YULI MENGARTIKANNYA AS A MAGICAL LOVE.

Recent Comments