Dari dulu, Yuli belum pernah merasakan cinta yang sebenarnya. Yuli hanya merasa kagum sesaat pada lawan jenis. Saat usia ini 17 tahun, mengapa muncul rasa cinta terhadap seseorang? Malu bila memandang matanya, tersipu bila melihat dia tersenyum gembira, salah tingkah jika dia memanggil nama Yuli, berusaha agar dia selalu gembira di sisi Yuli. Inikah yang disebut-sebut “LOVE”??
Kita sudah lama bersahabat. Tak ada rahasia lagi satu sama lain. Apakah ini salah Yuli?? Apakah salah jika Yuli tidak mengungkapkan perasaan ini? Jarak telah memisahkan kita. Tetap tak pernah Yuli ucapkan kata itu padanya. Yuli hanya takut, takut apabila persahabatan kita rusak jika dia tahu……
Telepon berdering di suatu hari. Awalnya Yuli bahagia dan bernyanyi bersama burung-burung yang berkicau riang. Tiba-tiba tersentak oleh sebuah kata… “jadian”
GR sudah muncul, tapi ternyata dia tidak menyebut nama Yuli, tapi seorang wanita lain. Dia berbicara dengan gembira. Apa daya kasih tak sampai. Yuli hanya turut bahagia jika dia bahagia. Walaupun berat, yuli akan memberikan doa agar dia selalu bahagia bersamanya.
Seseorang pernah berkata pada Yuli, “kedudukan sahabat lebih tinggi dari pacar. Pacar ga pernah menggantikan posisi sahabat”. Mungkinkah kata-kata itu benar??
The main point now is how can I forget this feeling to him??
Yuli akan melanjutkan hidup untuk mencari cinta sejati dan surga Allah SWT. Yuli yakin semua pasti ada hikmahnya. Mungkin masa remaja akan terasa hampa jika tak ada kata BROKEN HEART…
Alhamdulillah Yuli masih diberikan kesempatan untuk merasakan masa remaja yang complicated and impressing. Semoga Allah SWT memberikan jodoh yang terbaik untuk Yuli suatu saat nanti. Dia pasti datang dan berkata “Wo xihuan ni, Yuli”
=BAXIA=
Recent Comments